Buku ini secara sederhana, ingin mendorong generasi muda untuk berpikir solutif, kreatif dan inovatif. Memang tidak ada
cara instan untuk menjadi solutif, kreatif dan inovatif, namun melalui sumbangsih gizi dari bahan bacaan, setidaknya pupuk daya inovasi sudah mulai disebar. Sehingga upaya apapun untuk membangun pondasi pemikiran solutif generasi muda, adalah investasi besar yang perlu selalu menjadi perhatian utama.
Sehingga, buku ini ditulis dengan semangat untuk berbagi kontribusi dalam menyediakan pemikiran terkait landasan motivasi
internal bagi praktik kewirausahaan sosial. Secara umum, buku ini merupakan lanjutan dari serial buku
yang penulis (dan tim) hasilkan sebelumnya -yang bertemakan pengembangan diri dan peningkatan kreativitas serta inovasi generasi muda, yaitu:
1. Etos Kerja: Sebuah Pengantar (2016/Unpad Press)
2. Etos Hijau: Buku Referensi Penunjang Pelatihan (Aplikasi Etos Hijau dalam Pengembangan Kewirausahaan) (2018/Unpad Press)
3. Etos Hijau: Buku Saku Referensi Pelengkap Pelatihan (2018/Unpad Press)
4. Etos: Kontribusi Pemikiran Untuk Pengembangan SDM Bangsa (2021/ITB PRESS)
5. Etos Hijau: Kumpulan Pemikiran Untuk Membangun Etos Terbaik Warga Negara (2021/Niaga Muda Press)
6. Etos Hijau Generasi Pembaru: Motivasi Internal bagi Praktik Kewirausahan Soisal dan Aksi Inovasi Sosial (ITB Press/2021)
7. Pemasaran Sosial: Sebuah Pengantar (Penerbit Rumah Antology Indonesia/2022)
8. Pemasaran Sosial: Komponen dan Tehnik (Penerbit Rumah Antology Indonesia/2022)
9. Etos Hijau Kewirausahaan (Penerbit ITB Press/2022)
Selanjutnya, buku ini juga merupakan kelanjutan dari seri buku
bertema inovasi dan kewirausahaan sosial seperti:
1. Pendidikan Inovasi Sosial: Sebuah Kumpulan Pemikiran (Unpad Press/2016)
2. Kewirausahaan Sosial Masyarakat Perkotaan (Unpad Press/2015)
3. Pekerjaan Sosial, Kewirausahaan Sosial dan Pendidikan Transformatif (Unpad Press 2016)
Sehingga buku ini, sedikit banyak mewariskan semangat dari buku-buku sebelumnya, yaitu semangat untuk berkarya, berkinerja
serta membangun kontribusi bagi masyarakat sekecil apapun. Garis merahnya adalah dorongan untuk terus berinovasi, terus berpikir positif dan apresiatif, serta tidak berhenti mengembangkan rasa empati sosial.