🎓 ACADEMIC PUBLICATION
🏅 SINTA 2 JOURNAL ARTICLE
📄 Journal Article

Sharia-Based Financial Performance Optimization for MSMEs in Banten Province, Indonesia

Khazanah Sosial, Vol. 5 No. 2: 368–386
👥 Authors: Itang Itang, Sam’un Jaja Raharja, Rusdin Tahir, Wawan Wahyuddin
🔗 DOI: https://doi.org/10.15575/ks.v5i2.29477
🎯Focus
Sharia Fintech & MSMEs
📍Case Study
Banten Province
📈Impact
MSME Sustainability
⭐ FEATURED PUBLICATION

📌 Article Highlight

Artikel ini membahas optimalisasi kinerja keuangan UMKM berbasis ekonomi syariah melalui fintech syariah, kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas, dan pemasaran produk.

🔑 Keywords: Sharia fintech, sharia-based investment, sharia financial institution, human resource capacity, business diversification, business productivity.

🔬 Quantitative Survey 📊 PLS-SEM 🏪 303 MSMEs 🕌 Islamic Economics
📖 Full Article View Academic Publication Detail

🇮🇩 Optimalisasi Kinerja Keuangan Berbasis Syariah bagi UMKM di Provinsi Banten, Indonesia

👥 Penulis
Itang Itang; Sam’un Jaja Raharja; Rusdin Tahir; Wawan Wahyuddin
📚 Jurnal
Khazanah Sosial
🗓 Volume
Vol. 5 No. 2: 368–386
🔗 DOI
10.15575/ks.v5i2.29477

Received: 28 June 2023 | Revised: 07 September 2023 | Accepted: 29 September 2023

🔑 Kata kunci: fintech syariah; investasi berbasis syariah; lembaga keuangan syariah; kapasitas sumber daya manusia; diversifikasi usaha; produktivitas usaha.

Abstrak

Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh stabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta optimalisasi kinerja keuangan yang didukung penggunaan fintech syariah. Penelitian ini bertujuan menguji keberlanjutan dan kinerja keuangan UMKM dari perspektif ekonomi Islam, mengkaji dampak penggunaan fintech syariah terhadap keberlanjutan dan kinerja UMKM, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas bisnis, dan pemasaran produk.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei. Data diperoleh dari kuesioner kepada 303 responden UMKM di 4 kota dan 4 kabupaten di Provinsi Banten. Temuan menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia dan diversifikasi usaha berdampak terhadap kinerja keuangan UMKM. Keberlanjutan usaha UMKM dipengaruhi oleh fintech syariah, kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas bisnis, dan kinerja keuangan.

Pendahuluan

Sistem keuangan memiliki peran penting dalam menggerakkan tabungan, mengalokasikan dana, serta mendukung investasi produktif. Dalam konteks negara berkembang, hubungan antara desain keuangan, pasar modal, perbankan, dan keputusan investasi menjadi isu strategis. Namun, kajian mengenai hubungan investasi dan desain keuangan bagi perusahaan berbasis Islam di Indonesia masih relatif terbatas.

Perkembangan pasar modal syariah, securities crowdfunding, sukuk, serta regulasi OJK tentang penentuan efek bersifat ekuitas sebagai efek syariah menunjukkan bahwa pembiayaan berbasis teknologi dan prinsip syariah semakin penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dukungan fintech syariah menjadi relevan karena UMKM memerlukan akses pembiayaan, kemudahan transaksi, dan penguatan tata kelola bisnis.

Artikel ini menempatkan UMKM sebagai aktor penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Di Banten, UMKM berperan dalam penyerapan tenaga kerja, penyediaan produk dan jasa, serta penguatan basis ekonomi lokal. Akan tetapi, pemanfaatan fintech syariah, kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, dan pemasaran produk belum sepenuhnya optimal.

Rumusan Masalah

  • Bagaimana kinerja keuangan UMKM dapat ditingkatkan dari perspektif ekonomi Islam?
  • Bagaimana fintech dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan UMKM?
  • Bagaimana sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas, dan pemasaran produk dapat meningkatkan kinerja keuangan berkelanjutan UMKM?

Metode Penelitian

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Fokus analisis diarahkan pada pengujian dan analisis pengelolaan kinerja keuangan UMKM berbasis ekonomi syariah di Provinsi Banten. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi.

Sampel penelitian berjumlah 303 pengelola UMKM yang tersebar di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon. Teknik pengambilan sampel mempertimbangkan penyebaran populasi UMKM, unit analisis, dan kebutuhan analisis Structural Equation Modeling.

Variabel penelitian mencakup fintech syariah, pemasaran produk, kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas UMKM, kinerja keuangan, dan keberlanjutan UMKM. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares SEM. Uji reliabilitas menunjukkan seluruh konstruk reliabel dengan Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability yang memadai.

Lokasi dan Konteks Penelitian

Provinsi Banten dipilih karena memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang progresif, dan keragaman sektor UMKM. Banten memiliki 4 kota dan 4 kabupaten serta posisi geografis penting sebagai penghubung Jawa dan Sumatra melalui Selat Sunda. Jenis usaha UMKM yang dikaji meliputi makanan dan minuman, pakaian dan tekstil, teknologi, kosmetik, otomotif, suvenir, dan pertanian.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas sumber daya manusia merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja keuangan UMKM, dengan pengaruh 28,7%, koefisien jalur 0,536, nilai t 3,882, dan p-value 0,000. Diversifikasi usaha juga berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan pengaruh 22,3% dan koefisien jalur 0,472.

Keberlanjutan UMKM dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, produktivitas UMKM, fintech syariah, dan kinerja keuangan. Hubungan antara kinerja keuangan dan keberlanjutan UMKM cukup kuat dengan pengaruh 32,3% dan koefisien jalur 0,568. Nilai R Square untuk kinerja keuangan adalah 0,711, sedangkan keberlanjutan UMKM sebesar 0,628.

Penggunaan fintech oleh UMKM di Banten masih relatif terbatas. Aktivitas pembayaran dan pembiayaan berada pada kategori sedang, sedangkan investasi, asuransi, advisory, cross-process seperti big data analysis dan predictive modelling, serta infrastruktur keamanan masih berada pada kategori rendah.

Pembahasan

Rendahnya pemanfaatan fintech syariah disebabkan oleh keterbatasan informasi, keterbatasan akses modal, rendahnya kualitas SDM dalam keterampilan teknologi, dan masih dominannya pola usaha tradisional. Kondisi ini menyebabkan perputaran aset UMKM kurang berkembang dan cenderung stagnan.

Ekonomi syariah dan inovasi terbuka menjadi strategi penting untuk mendorong kinerja UMKM. Fintech syariah dapat mempercepat inovasi bisnis, memperluas akses transaksi, meningkatkan efisiensi pembayaran, memperkuat pembiayaan, serta mendorong model bisnis digital. Kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat ekosistem tersebut.

Peningkatan kinerja keuangan UMKM dapat dilakukan melalui peningkatan volume pendapatan, diversifikasi usaha, peningkatan kualitas produk, penguatan merek, lokasi usaha, teknologi tepat guna, kapasitas SDM, bauran pemasaran modern, serta kepatuhan terhadap nilai ekonomi syariah. Nilai kejujuran, amanah, fathanah, dan tabligh menjadi dasar etika bisnis syariah.

Kesimpulan

Kinerja keuangan UMKM sangat berkaitan dengan kapasitas sumber daya manusia dan diversifikasi usaha. Oleh karena itu, diperlukan penguatan SDM, peningkatan produktivitas, serta penggunaan fintech syariah untuk menciptakan kinerja pengelolaan keuangan yang optimal, efisien, aman, dan andal.

Keberlanjutan UMKM dapat diwujudkan melalui pemanfaatan fintech syariah, kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, pemasaran produk, dan kinerja keuangan yang efektif. Kinerja keuangan yang baik akan menciptakan pertumbuhan usaha, peningkatan pendapatan, kesejahteraan pelaku UMKM, kualitas produk, daya saing, dan stabilitas bisnis.

Penelitian ini menyarankan pengembangan riset lanjutan tentang implementasi fintech syariah berbasis pemberdayaan UMKM serta produktivitas bisnis berbasis digitalisasi teknologi dan strategi manajemen UMKM.

Referensi Utama

Adinugraha et al. (2019); Al Dabbas (2023); Arner et al. (2020); Azman et al. (2020); Bahrini & Qaffas (2019); Cai & Song (2022); Cantele et al. (2020); Elida Elfi Barus et al. (2021); Hair et al. (2014); Hamadamin & Atan (2019); Hasan et al. (2020); Jan et al. (2019); Kijkasiwat & Phuensane (2020); Lee (2020); Mallinguh et al. (2020); Mansoor et al. (2020); Moro-Visconti et al. (2020); Najib et al. (2021); Oseni & Ali (2018); Pizzi et al. (2021); Rabbani et al. (2021); Saleem et al. (2021); Surya et al. (2021); Syed et al. (2020); Toader et al. (2018); Yang (2020).

🇬🇧 Sharia-Based Financial Performance Optimization for MSMEs in Banten Province, Indonesia

Keywords: Sharia fintech; sharia-based investment; sharia financial institution; human resource capacity; business diversification; business productivity.

Abstract

This article examines how economic growth can be strengthened through stable MSMEs and optimized financial performance based on sharia fintech. The study analyzes MSME financial sustainability and performance from the perspective of Islamic economics, evaluates the impact of sharia fintech, and explores the role of human resource capacity, business diversification, productivity, and product marketing.

The research used a quantitative survey involving 303 MSME respondents across 4 cities and 4 regencies in Banten Province. The findings show that business diversification and human resource capacity affect MSME financial performance. MSME sustainability is positively influenced by sharia fintech, human resource capability, business diversification, productivity, and financial performance.

Introduction

The study begins from the importance of financial systems in mobilizing savings, allocating funds, and supporting investment. Although many studies discuss finance and growth, research on investment and financial design for Islamic companies in Indonesia remains limited. The development of sharia securities, sukuk-based crowdfunding, and digital financial regulation makes sharia fintech increasingly relevant for MSMEs.

MSMEs need sharia-based fintech support to improve financial performance, expand access to financial services, strengthen productivity, and sustain business growth. The article situates Banten Province as a strategic economic region with diverse MSME sectors and strong potential for sharia-based business development.

Research Questions

  • How can MSME financial performance be improved from the Islamic economics perspective?
  • How can fintech improve MSME financial performance and sustainability?
  • How can human resources, business diversification, productivity, and product marketing improve sustainable MSME financial performance?

Method

The study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected through questionnaires from 303 MSME managers and owner-managers in Banten Province. The sample covered Serang Regency, Pandeglang Regency, Tangerang Regency, Lebak Regency, Serang City, South Tangerang City, Tangerang City, and Cilegon City.

The analysis focused on sharia fintech, product marketing, human resource capacity, business diversification, MSME productivity, financial performance, and MSME sustainability. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Reliability and validity tests showed that the constructs met acceptable measurement standards.

Results

Human resource capacity had the strongest influence on MSME financial performance, contributing 28.7% with a path coefficient of 0.536. Business diversification also contributed to financial performance with 22.3% and a path coefficient of 0.472. MSME sustainability was influenced by human resource capacity, business diversification, productivity, sharia fintech, and financial performance.

The relationship between financial performance and MSME sustainability was significant, with an effect of 32.3% and a path coefficient of 0.568. The R Square value for financial performance was 0.711, while MSME sustainability reached 0.628. These results indicate that the model explains a substantial portion of MSME financial performance and sustainability.

Discussion

The use of sharia fintech among MSMEs in Banten remains limited. Payment and financing activities are used at a moderate level, while investment, insurance, advisory services, big data analysis, predictive modelling, and security infrastructure remain low. This condition is related to limited information, limited access to capital, weak technological skills, and traditional business practices.

The article argues that sharia economics and open innovation are strategically important for MSME development. Sharia fintech can modernize business processes, create new business models, and improve efficiency, safety, and reliability in financial transactions. Human resource strengthening, digital skills, business diversification, branding, halal certification, packaging, and modern marketing are also necessary.

Conclusion

MSME financial performance is closely related to human resource capacity and business diversification. Strengthening human resources, increasing productivity, and adopting sharia fintech are necessary to create efficient, safe, smooth, and reliable financial management.

MSME sustainability can be achieved through sharia fintech, human resource capacity, business diversification, productivity, product marketing, and effective financial performance. Good financial performance supports business growth, income improvement, welfare, competitiveness, customer satisfaction, halal standards, and compliance with Islamic rules.

🇸🇦 تحسين الأداء المالي القائم على الشريعة للمشروعات المتناهية الصغر والصغيرة والمتوسطة في مقاطعة بانتن، إندونيسيا

الكلمات المفتاحية: التكنولوجيا المالية الإسلامية؛ الاستثمار القائم على الشريعة؛ المؤسسات المالية الإسلامية؛ قدرة الموارد البشرية؛ تنويع الأعمال؛ إنتاجية الأعمال.

الملخص

يتناول هذا المقال تحسين الأداء المالي للمشروعات المتناهية الصغر والصغيرة والمتوسطة من منظور الاقتصاد الإسلامي، مع التركيز على دور التكنولوجيا المالية الإسلامية في دعم الاستدامة المالية واستمرارية الأعمال. كما يناقش أهمية قدرة الموارد البشرية، وتنويع الأعمال، والإنتاجية، وتسويق المنتجات.

اعتمدت الدراسة على منهج كمي من خلال مسح شمل 303 من مديري وملاك المشروعات في أربع مدن وأربع مناطق في مقاطعة بانتن. أظهرت النتائج أن قدرة الموارد البشرية وتنويع الأعمال يؤثران في الأداء المالي، وأن استدامة المشروعات تتأثر بالتكنولوجيا المالية الإسلامية، والموارد البشرية، والتنويع، والإنتاجية، والأداء المالي.

المقدمة

تنطلق الدراسة من أهمية النظام المالي في تعبئة المدخرات وتوجيهها نحو الاستثمار. وعلى الرغم من كثرة الدراسات حول العلاقة بين التمويل والنمو، فإن الدراسات التي تربط بين التصميم المالي والاستثمار في الشركات الإسلامية في إندونيسيا ما تزال محدودة.

تؤكد الدراسة أن تطور الأوراق المالية الإسلامية، والتمويل الجماعي، والصكوك، والتنظيمات المالية الرقمية يجعل التكنولوجيا المالية الإسلامية أداة مهمة لدعم المشروعات الصغيرة والمتوسطة، خصوصاً في الوصول إلى التمويل، وتسهيل المعاملات، وتعزيز الاستدامة.

أسئلة البحث

  • كيف يمكن تحسين الأداء المالي للمشروعات من منظور الاقتصاد الإسلامي؟
  • كيف يمكن استخدام التكنولوجيا المالية لتحسين الأداء المالي والاستدامة؟
  • كيف تسهم الموارد البشرية، وتنويع الأعمال، والإنتاجية، والتسويق في تحسين الأداء المالي المستدام؟

المنهج

استخدمت الدراسة منهجاً كمياً بطريقة المسح. وتم جمع البيانات من خلال استبيانات وُزعت على 303 من مديري المشروعات في مقاطعة بانتن. شملت العينة أربع مدن وأربع مناطق، مع مراعاة التوزيع الجغرافي وخصائص المشروعات.

ركز التحليل على التكنولوجيا المالية الإسلامية، وتسويق المنتجات، وقدرة الموارد البشرية، وتنويع الأعمال، وإنتاجية المشروعات، والأداء المالي، والاستدامة. وتم استخدام نمذجة المعادلات الهيكلية بطريقة PLS-SEM.

النتائج

أظهرت النتائج أن قدرة الموارد البشرية هي العامل الأكثر تأثيراً في الأداء المالي بنسبة 28.7% ومعامل مسار 0.536. كما أثر تنويع الأعمال في الأداء المالي بنسبة 22.3% ومعامل مسار 0.472.

تأثرت استدامة المشروعات بقدرة الموارد البشرية، وتنويع الأعمال، والإنتاجية، والتكنولوجيا المالية الإسلامية، والأداء المالي. كما كان تأثير الأداء المالي في الاستدامة مهماً بنسبة 32.3% ومعامل مسار 0.568.

المناقشة

ما يزال استخدام التكنولوجيا المالية الإسلامية في مشروعات بانتن محدوداً. فالدفع والتمويل يستخدمان بمستوى متوسط، بينما الاستثمار، والتأمين، والاستشارات، وتحليل البيانات الضخمة، والنمذجة التنبؤية، والبنية الأمنية ما تزال منخفضة.

ترجع هذه الحالة إلى محدودية المعلومات، وضعف الوصول إلى رأس المال، ومحدودية مهارات التكنولوجيا، واستمرار الممارسات التجارية التقليدية. لذلك تؤكد الدراسة أهمية الابتكار المفتوح، وتطوير المهارات الرقمية، وتعزيز العلامة التجارية، والشهادات الحلال، وتحسين التغليف والتسويق.

الخلاصة

يرتبط الأداء المالي للمشروعات الصغيرة والمتوسطة ارتباطاً وثيقاً بقدرة الموارد البشرية وتنويع الأعمال. ومن ثم، فإن تعزيز الموارد البشرية، وزيادة الإنتاجية، واعتماد التكنولوجيا المالية الإسلامية تعد عناصر أساسية لبناء إدارة مالية فعالة وآمنة وموثوقة.

يمكن تحقيق استدامة المشروعات من خلال التكنولوجيا المالية الإسلامية، وقدرة الموارد البشرية، وتنويع الأعمال، والإنتاجية، وتسويق المنتجات، والأداء المالي الفعال. كما يؤدي الأداء المالي الجيد إلى نمو الأعمال، وزيادة الدخل، وتحسين الرفاه، وتعزيز القدرة التنافسية، والالتزام بالمعايير الحلال وقواعد الشريعة.

🌾 Optimalisasi Kinerja Keuangan Dumasar Syariah pikeun UMKM di Propinsi Banten, Indonesia

Kecap konci: fintech syariah; investasi berbasis syariah; lembaga keuangan syariah; kapasitas SDM; diversifikasi usaha; produktivitas usaha.

Abstrak

Artikel ieu ngabahas kumaha pertumbuhan ékonomi bisa dikuatkeun ku UMKM anu stabil jeung kinerja keuangan anu optimal ngaliwatan panggunaan fintech syariah. Panalungtikan ieu nalungtik keberlanjutan jeung kinerja keuangan UMKM tina sudut pandang ékonomi Islam.

Metode anu dipaké nyaéta survei kuantitatif ka 303 responden UMKM di opat kota jeung opat kabupaten di Propinsi Banten. Hasilna nunjukkeun yén kapasitas sumber daya manusia jeung diversifikasi usaha miboga pangaruh kana kinerja keuangan UMKM. Keberlanjutan UMKM dipangaruhan ku fintech syariah, kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, jeung kinerja keuangan.

Bubuka

Sistem keuangan miboga peran penting pikeun ngumpulkeun tabungan, nyalurkeun dana, jeung ngadukung investasi. Dina konteks Indonesia, kajian ngeunaan desain keuangan jeung investasi pikeun usaha berbasis Islam masih kénéh perlu dimekarkeun.

Kamajuan pasar modal syariah, crowdfunding syariah, sukuk, jeung aturan OJK ngajadikeun fintech syariah penting pikeun UMKM. UMKM merlukeun aksés pembiayaan, transaksi anu gampang, jeung tata kelola usaha anu leuwih profesional.

Patarosan Panalungtikan

  • Kumaha kinerja keuangan UMKM bisa ditingkatkeun tina perspektif ékonomi Islam?
  • Kumaha fintech bisa dipaké pikeun ningkatkeun kinerja keuangan jeung keberlanjutan UMKM?
  • Kumaha SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, jeung pemasaran produk bisa nguatkeun kinerja keuangan berkelanjutan?

Metode

Panalungtikan ieu ngagunakeun pendekatan kuantitatif jeung metode survei. Data dikumpulkeun ku kuesioner ka 303 pengelola UMKM di Kabupaten Serang, Pandeglang, Tangerang, Lebak, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, jeung Kota Cilegon.

Variabel anu dianalisis nyaéta fintech syariah, pemasaran produk, kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas UMKM, kinerja keuangan, jeung keberlanjutan UMKM. Analisis data ngagunakeun Partial Least Squares SEM.

Hasil

Kapasitas SDM jadi faktor pangkuatna anu mangaruhan kinerja keuangan UMKM, nya éta 28,7% kalayan koefisien jalur 0,536. Diversifikasi usaha ogé boga pangaruh 22,3% kalayan koefisien jalur 0,472.

Keberlanjutan UMKM dipangaruhan ku kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, fintech syariah, jeung kinerja keuangan. Hubungan kinerja keuangan kana keberlanjutan UMKM cukup kuat, nyaéta 32,3% kalayan koefisien jalur 0,568.

Pedaran

Pamakéan fintech syariah ku UMKM di Banten masih kawilang handap. Pembayaran jeung pembiayaan aya dina kategori sedeng, sedengkeun investasi, asuransi, advisory, big data analysis, predictive modelling, jeung infrastruktur kaamanan masih rendah.

Hal ieu disababkeun ku kawatesanan informasi, aksés modal anu masih hésé, kamampuhan téknologi SDM anu can kuat, sarta pola usaha anu masih tradisional. Ku sabab éta, inovasi terbuka, pelatihan SDM, digitalisasi, branding, sertifikasi halal, jeung pemasaran modern jadi penting.

Kacindekan

Kinerja keuangan UMKM raket patalina jeung kapasitas SDM sarta diversifikasi usaha. Ku kituna, perlu aya panguatan SDM, peningkatan produktivitas, jeung panggunaan fintech syariah pikeun nyieun pengelolaan keuangan anu efisien, aman, lancar, jeung dipercaya.

Keberlanjutan UMKM bisa kahontal ngaliwatan fintech syariah, kapasitas SDM, diversifikasi usaha, produktivitas, pemasaran produk, jeung kinerja keuangan anu hadé. Kinerja keuangan anu kuat bakal nyiptakeun pertumbuhan usaha, ningkatkeun panghasilan, kesejahteraan pelaku UMKM, daya saing, kualitas produk, jeung patuh kana aturan syariah.