COMMUNITY SERVICE • UNIVERSITAS PADJADJARAN • 2026

Pemberdayaan UMKM Berbasis Digital dan Ekonomi Sirkular di Desa Cipacing

Pendampingan pengelolaan sampah rumah tangga, penguatan branding, pemasaran digital, dan peningkatan sanitasi lingkungan di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Desa Cipacing, Jatinangor, Sumedang ±30 Pelaku UMKM dan Masyarakat Roadmap 2 Tahun
0Pelaku UMKM Aktif di Desa
0Peserta Sasaran Program
0% Target Pengguna Media Sosial Bisnis
0% Target Produk Dipasarkan Online
LATAR BELAKANG

Menghubungkan Potensi Ekonomi Lokal dengan Transformasi Digital dan Lingkungan

Tantangan Utama

Sebagian pelaku UMKM Desa Cipacing masih menghadapi keterbatasan literasi digital, pemasaran produk, penguatan identitas merek, serta pengelolaan sampah rumah tangga yang belum terorganisasi secara sistematis.

Peluang Strategis

Lokasi Desa Cipacing berada di kawasan pendidikan Jatinangor yang dikelilingi perguruan tinggi besar. Kondisi ini membuka peluang pasar, jejaring, dan pengembangan industri kreatif berbasis sumber daya lokal.

KONSEP UTAMA

Integrasi UMKM Digital, Ekonomi Sirkular, dan Sanitasi Berkelanjutan

Program menggabungkan pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas, kewirausahaan digital, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal.

KOMPONEN PROGRAM

Lima Pilar Pemberdayaan

01

Penguatan Kapasitas UMKM

Pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha serta peningkatan keterampilan pelaku UMKM dan industri kreatif.

02

Pemasaran Digital

Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan strategi promosi digital untuk memperluas pasar produk.

03

Branding Produk

Pendampingan desain logo, kemasan, label, dan identitas produk agar lebih menarik dan profesional.

04

Usaha Berbasis Sampah

Edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan pengembangan produk kreatif berbasis daur ulang.

05

Kesadaran Sanitasi

Edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah rumah tangga, kebersihan, dan sanitasi lingkungan.

Workshop Utama

Strategi media sosial, promosi digital, dan perluasan pasar bagi pelaku usaha desa.

Pembuatan akun bisnis, pengelolaan etalase digital, dan simulasi pemasaran online.

Teknik foto produk, komposisi visual, dan pembuatan konten promosi sederhana.

Penyusunan identitas merek, logo, label, serta desain kemasan yang lebih profesional.

Pemilahan sampah, penguatan bank sampah, dan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pengembangan produk kreatif dari limbah rumah tangga untuk menciptakan peluang usaha baru.

Peningkatan kesadaran kebersihan, sanitasi, dan lingkungan desa yang sehat.

METODE PENDAMPINGAN

Pendekatan Partisipatif dan Berkelanjutan

01

Participatory Rural Appraisal

Identifikasi potensi, kebutuhan, dan permasalahan masyarakat melalui partisipasi aktif.

02

Pelatihan dan Workshop

Digital marketing, marketplace, fotografi produk, branding kemasan, dan pengelolaan sampah.

03

Pendampingan

Mentoring langsung dan daring untuk akun bisnis digital, promosi, dan usaha berbasis daur ulang.

04

Monitoring dan Evaluasi

Observasi lapangan, wawancara peserta, dan analisis perkembangan usaha serta dampak program.

ROADMAP 2 TAHUN

Dari Penguatan Kapasitas Menuju Ekosistem Digital Desa

2026

Tahun 1 — Kapasitas Digital dan Kesadaran Lingkungan

Pelatihan digital marketing, fotografi produk, branding kemasan, edukasi pengelolaan sampah, dan penguatan bank sampah.

  • 75% UMKM memiliki akun bisnis digital
  • 50% produk dipasarkan secara online
  • Terbentuk kelompok pengelolaan sampah
2027

Tahun 2 — Ekosistem Digital dan Ekonomi Sirkular

Pengembangan katalog digital, marketplace desa, pendampingan usaha kreatif berbasis sampah, dan penguatan jejaring pemasaran.

  • Terbentuk platform pemasaran digital UMKM
  • Meningkatnya penjualan produk
  • Berkembangnya usaha berbasis pengelolaan sampah
DAMPAK PROGRAM

Dampak Multidimensi bagi Desa Cipacing

Ekonomi

Peningkatan penjualan, jumlah pelanggan, pendapatan pelaku UMKM, dan peluang usaha baru.

Sosial

Peningkatan literasi digital, partisipasi masyarakat, budaya kolaborasi, dan gotong royong.

Lingkungan

Meningkatnya pemilahan sampah, pemanfaatan limbah, dan kebersihan lingkungan desa.

Kelembagaan

Terbentuk kerja sama antara UMKM, kelompok bank sampah, pemerintah desa, dan perguruan tinggi.

Target Luaran

Artikel ilmiah pengabdianPublikasi media kegiatanModul UMKM digital dan sampahDesain logo, label, dan kemasanAkun pemasaran digitalProduk usaha berbasis sampahDokumen rekomendasi desa
TIM PELAKSANA

Kolaborasi Akademik untuk Pemberdayaan Masyarakat

Ketua

Dr. Wahyu Gunawan, M.Si.

Sosiologi — Universitas Padjadjaran

Prof. Junardi Harahap, S.Sos., M.Si., Ph.D.

Prof. Dr. Ria Arifianti, S.IP., M.Si.

Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos., M.A., Ph.D.

Dr. Drs. Rusdin, M.Si.

Dr. Cece Mulyadi, S.Pd., M.AP.

MITRA PROGRAMYayasan Incu Buyut Peduli Djatinangor

Saung Budaya Sumedang (Sabusu), Jatinangor, Kabupaten Sumedang

Community Service • Desa Cipacing • 2026

Direktorat Riset Hilirisasi dan Pengabdian pada Masyarakat, FISIP Universitas Padjadjaran.