Materi praktis untuk membantu pelaku UMKM memahami pembayaran digital, memisahkan uang usaha dan pribadi, mencatat transaksi, menghitung laba, serta menggunakan data keuangan untuk mengambil keputusan.
Omzet yang meningkat belum tentu menghasilkan laba. Usaha menjadi sehat ketika setiap transaksi dicatat, biaya dipahami, uang dipisahkan, dan keputusan dibuat berdasarkan data.
Pembayaran digital perlu diikuti pencatatan dan pengendalian agar transaksi benar-benar memperkuat usaha.
Menggunakan QRIS atau layanan resmi, memahami biaya, bukti transaksi, penyelesaian dana, dan keamanan akun.
Memisahkan kas, rekening, dompet digital, dan pengambilan pribadi agar posisi usaha dapat diketahui.
Mencatat penjualan, bahan, transportasi, kemasan, tenaga, biaya digital, serta utang-piutang.
Membedakan omzet dan laba, memantau arus kas, serta menggunakan catatan untuk menentukan harga dan kebutuhan modal.
Rutinitas sederhana lebih berguna daripada aplikasi rumit yang tidak digunakan secara konsisten.
Simpan tanggal, jenis transaksi, metode pembayaran, jumlah, dan bukti.
Cocokkan kas, QRIS, transfer, marketplace, serta catatan pesanan setiap akhir hari.
Jumlahkan penjualan, biaya, piutang, stok, pengambilan pribadi, dan arus kas.
Hitung laba, produk terlaris, biaya terbesar, kebutuhan modal, dan tindakan perbaikan.
Disiplin kecil mencegah kehilangan uang, transaksi tidak tercatat, dan kesalahan keputusan.
QRIS atau layanan pembayaran diperoleh dari penyedia resmi dan nama merchant telah diperiksa.
PIN, OTP, kata sandi, dan akses rekening tidak dibagikan kepada pihak lain.
Bukti transaksi tidak dianggap sah sebelum dana atau status pembayaran diverifikasi.
Uang usaha, uang rumah tangga, dan pengambilan pemilik dicatat secara terpisah.
Materi menggunakan panduan QRIS Bank Indonesia dan publikasi pengabdian mengenai literasi keuangan, digitalisasi, dan pengembangan usaha.
Sumber resmi mengenai standar QR pembayaran, manfaat, ekosistem, dan penggunaan layanan pembayaran digital.
Buka Sumber ResmiContoh pengabdian yang menggabungkan pengenalan ekonomi sirkular, penggalian data usaha, dan literasi keuangan.
Buka Sumber ResmiContoh program desa binaan yang meningkatkan pemahaman teknologi daring dan pengelolaan keuangan.
Buka Sumber ResmiKetika transaksi tertib, pelaku UMKM dapat mengetahui produk yang menguntungkan, biaya yang perlu dikendalikan, serta keputusan yang harus diprioritaskan.