COMMUNITY SERVICE · FAMILY FOOD SECURITY

Urban Farming Cipacing:
Pekarangan Produktif untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Materi edukatif untuk memanfaatkan lahan terbatas, mengolah sampah organik menjadi kompos, menanam pangan bergizi, dan membangun kebiasaan keluarga yang mendukung lingkungan sehat.

Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang
Pekarangan yang sempit tetap dapat menjadi ruang belajar, sumber pangan, tempat pengelolaan organik, dan sarana membangun kemandirian keluarga.
4Materi Inti
4Langkah Praktik
4Checklist
1Keluarga Tahan Pangan

Materi Utama

Empat Fondasi Pekarangan Produktif

Urban farming perlu disesuaikan dengan lahan, air, waktu keluarga, kebutuhan gizi, serta kemampuan perawatan.

🧭

Pemetaan Lahan dan Kebutuhan

Mengukur cahaya, ruang, air, media tanam, waktu perawatan, serta jenis pangan yang dibutuhkan keluarga.

📘

Pemilihan Sistem Tanam

Menggunakan pot, polybag, vertikultur, hidroponik sederhana, atau bedeng sesuai kondisi dan kemampuan.

🛠️

Kompos dan Pengelolaan Organik

Mengolah sisa dapur dan daun menjadi kompos yang aman untuk mengurangi limbah dan menyuburkan tanaman.

📈

Gizi, Panen, dan Keberlanjutan

Menanam beragam sayuran, mengatur jadwal tanam, memanfaatkan panen, dan menyimpan catatan pembelajaran.

Langkah Praktik

Siklus Kebun Keluarga

Mulai dari skala kecil dengan tanaman yang mudah dirawat, lalu kembangkan berdasarkan hasil.

01

Rancang Lokasi

Pilih area yang memperoleh cahaya dan aman dari gangguan, serta tentukan sumber air.

02

Siapkan Media dan Bibit

Gunakan media bersih, wadah aman, bibit sehat, dan kompos yang matang.

03

Rawat dan Amati

Catat penyiraman, pertumbuhan, hama, cuaca, dan kebutuhan nutrisi.

04

Panen dan Evaluasi

Ukur hasil, penggunaan keluarga, penghematan, limbah yang berkurang, dan rencana tanam berikutnya.

Checklist Penerapan

Checklist Kebun yang Sehat dan Aman

Kebun keluarga harus mengutamakan keamanan pangan, kebersihan, dan kemampuan perawatan jangka panjang.

1

Wadah, air, media, dan kompos bebas dari bahan berbahaya.

2

Tanaman dipilih sesuai cahaya, ruang, musim, dan kebutuhan keluarga.

3

Pengendalian hama dilakukan secara aman dan tidak menimbulkan residu berbahaya.

4

Jadwal penyiraman, perawatan, panen, serta pembagian tugas keluarga dicatat.

Referensi Asli

Sumber Urban Farming Universitas Padjadjaran

Materi diperkuat oleh publikasi Unpad mengenai ketahanan pangan, hidroponik, pekarangan, kompos, dan pendekatan partisipatif.

🎓
Farmers: Journal of Community Services Unpad

Ketahanan Pangan melalui Implementasi Urban Farming

Mengenalkan pemanfaatan lahan terbatas dan praktik urban farming untuk meningkatkan kesadaran ketahanan pangan.

Buka Sumber Resmi
📚
Jurnal Kumawula Universitas Padjadjaran

Urban Farming Berbasis Circular Economy

Mengintegrasikan kompos dari limbah rumah tangga dengan pemberdayaan dan ketahanan pangan keluarga.

Buka Sumber Resmi
🏛️
Jurnal Kumawula Universitas Padjadjaran

Optimalisasi Pekarangan untuk Tanaman Pangan dan Gizi

Membahas diversitas pangan, urban farming terintegrasi, dan pemenuhan gizi seimbang keluarga.

Buka Sumber Resmi
Pesan Penutup

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pengetahuan, Kebiasaan, dan Ruang yang Dikelola Bersama

Kebun keluarga tidak harus besar. Keberhasilannya terletak pada perawatan yang konsisten, tanaman yang sesuai, pembagian peran, dan penggunaan hasil yang bermanfaat.

Urban Farming dan Ketahanan Pangan Keluarga Cipacing · Modern Research Blue · Rusdin Tahir ·